PDIP Targetkan 20 Kursi di DPRD DKI


JAKARTA, BK

Dalam pemilu legislatif 2009 mendatang, jajaran pengurus DPD PDIP DKI Jakarta menargetkan perolehan kursi di DPRD DKI sebanyak 27 orang. Target itu, naik 16 dibandingkan dengan perolehan periode sebelumnya yang hanya 11 kursi.


“Untuk itu kami menyeimbangkan caleg-caleg yang diajukan antara yang tua dan muda dan lebih berkualitas. Dengam demikian, terjadi regenarasi bahkan yang muda-muda tidak hanya sekedar nomor sepatu,” ujar Ketua DPD PDIP DKI Jakarta R Adang Ruchiatna P yang berkunjung ke redaksi Berita Kota di Jakarta, Rabu (8/10). Kunjungan tersebut disertai jajaran pengurus DPD dan DPC se-Jakarta, serta caleg DPR RI Effendi Simbolon.


Guna mencapai target tersebut, dia mengaku, PDIP kini kembali ke khittah, yakni sebagai partai wong cilik. Dan melakukan konsolidasi ke bawah dengan konstituen. Kepada basis massa, pengurus partai mengakui kesalahan di masa lalu periode 1999-2005 yang mabuk kemenangan sekaligus meminta maaf.


“Itu fakta dan kami tak perlu malu mengakui dan minta maaf. Yang penting ke depan konstituen terhadap akar rumput. Jangan lantaran adayang dibutuhkan dari rakyat lalu mendekati wong cilik. Hal ini yang ditekankan kepada caleg yang diajukan,” tandasnya.


Salah satu langkah konkret yang dilakukan, lanjut Adang, pada musim mudik lebaran yang lalu, PDIP memberangkatkan ribuan pemudik dengan menggunakan 400 unit bus. Guna membiayai mudik gratis yang menelan dana sekitar Rp5 miliar, mantan Pangdam Udayana tersebut mengungkapkan hasil dari patungan jajaran pengurus DPP maupun DPD DKI Jakarta.


Sementara caleg yangd iajukan untuk DPRD DKI, menurut Adang, sebanyak 112 calon. Sebanyak 39 orang di antaranya (34,8%) merupakan kaum wanita atau melebihi kuota yang disyaratkan undang-undang.


Dari jumlah itu, yang berpendidikan SLTA hanya 47 orang (41,96%), sarjana 44 orang (39,2%), S2 (11 orang), D3 (8 orang), dan pendidikan doktoral sebanyak dua orang. “Artinya, melihat dari komposisi itu meski caleg berpendidikan SLTA masih lebih banyak, jika dibandingkan secara keseluruhan dengan mengenyam pendidikan jauh lebih banyak. Jadi caleg yang diajukan saat ini lebih berkualitas,” tuturnya. (aga)




Sumber: Koran BERITA KOTA